Postingan

Ketika Para "Sengkuni" Didekat Telinga Kekuasaan

Gambar
" Kekuasaan itu seperti pedang bermata dua; di tangan seorang pemimpin yang bijaksana, ia bisa menjadi alat untuk menegakkan keadilan, namun di tangan seorang pemimpin yang zalim, ia akan menjadi senjata untuk melakukan penindasan. Keadilan sejati tidak pernah berpihak pada kekuasaan, melainkan kekuasaanlah yang harus tunduk pada keadilan. Kezaliman adalah anak kandung dari ambisi buta dan kekuasaan tanpa batas."  Oleh: Syamsul Ulum  DALAM lembaran hitam sejarah dan mitologi, kehancuran sebuah bangsa sering kali tidak dimulai dari serbuan musuh luar, melainkan dari pembusukan di dalam istana. Kitab Mahabharata memberikan kita alegori yang sempurna tentang kehancuran ini melalui sosok Raja Destarata. Ia bukan sekadar raja yang buta matanya, tetapi raja yang "buta" nurani dan logikanya karena kecintaan yang berlebihan (blind love) kepada anak-anaknya dan kekuasaan yang ia genggam. Namun, Destarata tidak menghancurkan Hastinapura sendirian. Di samping telin...

Pendapat Ulama Tentang Kenabian Setelah Rasulullah SAW dan Makna Khaataman Nabiyyin.

Gambar
Oleh: Syamsul Ulum SESUNGGUHNYA tema mengenai khaatamun Nabiyyin, penutupan kenabian dan pengakuan bahwa kenabian Nabi Muhammad ﷺ adalah kenabian yang tidak mungkin diikuti oleh kenabian lainnya adalah salah satu topik yang masih sangat panas diperdebatkan antara sebagian besar umat Islam dan kelompok dari jamaah Islam Ahmadiyah. Kami berharap kepada para ulama yang terhormat dan umat Islam pada umumnya untuk menilai masalah ini dengan menggunakan akal dan logika, sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam kitab Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya, dan tidak tergesa-gesa dalam memberikan vonis dan kafir, sebagaimana yang dilakukan oleh para ulama yang fanatik di masa Imam Mahdi as terkait dengan isu kematian Isa bin Maryam as kemudian setelah beberapa waktu berlalu para ulama yang tercerahkan dan kalangan intelektual mengakui kebenaran pendapat yang disuarakan oleh Sayyidina Ahmad as." Dan perbedaan pendapat mengenai penutupan kenabian terpusat pada satu ayat yan...

Benarkah Mirza Ghulam Ahmad Adalah Imam Mahdi yang Dijanjikan?

Gambar
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi wal Masihil Mau’ud as ______________________________________________ Oleh: Syamsul Ulum Allah SWT berfirman: وَقَا لَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ ۖ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ اِيْمَا نَهٗۤ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللّٰهُ وَقَدْ جَآءَكُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗ وَاِ نْ يَّكُ كَا ذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهٗ ۗ وَاِ نْ يَّكُ صَا دِقًا يُّصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ يَعِدُكُمْ ۚ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّا بٌ “ Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata, Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, ‘Tuhanku adalah Allah’, padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dia sendiri yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar, niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepa...

Ketika Kekuasaan Menjadi Bencana dan Peringatan Rasulullah SAW Untuk Umat di Akhir Zaman

Gambar
Oleh: Syamsul Ulum  DI TENGAH kompleksitas zaman, seringkali kita dihadapkan pada realitas kepemimpinan yang jauh dari ideal. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani yang sangat menggugah dan sarat peringatan dan memberikan gambaran jelas tentang kondisi ini. Rasulullah ﷺ telah menyampaikan gambaran tentang rusaknya tatanan kepemimpinan dan pemerintahanan di akhir zaman. Namun, sesungguhnya fenomena ini telah dinubuatkan oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu tanda akhir zaman. Lalu bagaimana seharusnya sikap seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda: يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا. “ Akan datang di akhir zaman nanti para penguasa yang memerintah dengan sewenang-wenang, para pembantunya (menteri-menterinya) fasik, para hakimnya menjadi pengkhianat hukum, dan para ahli ...

Memaknai Filosofi Dua Mata, Dua Telinga dan Satu Mulut

Gambar
Oleh: Syamsul Ulum  PERNAHKAH kita merenung sejenak, mengapa Sang Pencipta mendesain anatomi raga kita dengan komposisi yang begitu presisi? Di atas takhta kepala ini, Dia meletakkan dua jendela mata untuk menatap cakrawala realitas dan dua pintu telinga untuk menyaring gema kebenaran. Namun, di bawahnya, hanya ada satu lisan yang terkunci rapat di balik pagar gigi dan bibir. Desain ilahi ini bukan sekadar urusan biologis, melainkan sebuah 'instruksi bisu' bagi setiap jiwa yang memegang amanah kekuasaan: bahwa untuk setiap satu kata yang terucap, harus didahului oleh dua penglihatan yang tajam dan dua pendengaran yang jernih. Inilah awal dari marwah seorang pemimpin, atau justru awal dari keruntuhannya. Di panggung politik yang penuh dengan kebisingan pencitraan, kita sering kali mendapati sebuah ironi ada seorang pemimpin yang memiliki alat indra lengkap, namun bertindak seolah buta dan tuli. Mereka sibuk memproduksi narasi dari satu mulutnya, sembari menyumbat dua...

Studi Kritis Terhadap Tafsir Finalitas Kenabian

Gambar
Apakah Benar Kenabian Berakhir Setelah Rasulullah Saw ? Oleh: Syamsul Ulum KETIKA Ibrahim, putra Rasulullah ﷺ, meninggal dunia, yang terjadi 5 tahun setelah turunnya Surah Al-Ahzab (Surah ke-33) yang di dalamnya Rasulullah ﷺ katakan sebagai Khatam al-Nabiyyin (penutup para nabi). Dalam satu Hadits ketika Rasulullah ﷺ mengalami kesedihan dan kedukaan yang mendalam atas meninggalnya putra beliau, Ibrahim. Dalam doanya, Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar gembira bahwa Ibrahim akan mendapat tempat yang mulia di surga dan memiliki pengasuh perempuan. Lebih dari itu, Rasulullah SAW juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Ibrahim jika ia hidup lebih lama, yaitu akan menjadi seorang siddiq (benar) dan nabi. Beliau ﷺ juga menyampaikan bahwa jika Ibrahim hidup, maka nasib kaum Qibti (orang Mesir) akan berubah menjadi lebih baik, mereka akan dimerdekakan dan tidak akan ada lagi yang diperbudak. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمّ...