Ulama Tanpa Bimbingan Allah SWT
Ulama Tanpa Bimbingan Dari Allah Swt Oleh: Syamsul Ulum Pendahuluan Artikel ini membahas kritik fundamental terhadap paradigma keulamaan yang berbasis pada hafalan dan reproduksi teks semata, tanpa disertai pemahaman mendalam, analisis rasional, dan pengalaman spiritual langsung. Melalui eksplorasi pemikiran Ibnu Rusyd, Syams Tabrizi, dan Ibn 'Arabi, artikel ini mengungkap perlunya transformasi epistemologi (teori pengetahuan) keilmuan Islam dari sekadar taklid tekstual menuju ilmu laduni yang bersumber dari Allah Swt. Kritik terhadap " ulama tanpa bimbingan Allah " ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan otoritas keilmuan, melainkan untuk mengembalikan esensi ilmu sebagai cahaya hati yang hidup dan kontekstual. Pada masa klasik Islam, kecenderungan umum masyarakat menganggap bahwa orang alim, ulama, atau cerdik pandai adalah orang yang banyak menghafal pendapat-pendapat para ulama sebelumnya berikut teks-teks mereka, bahkan juga menghafal nama-nama kitab dan...